Jumat, 07 November 2008

Dari pecinta Tetralogi Laskar Pelangi part-4




Dipapan tulis itu terpampang gambar matahari dengan garis-garis sinar matahari. Ditengahnya tertulis :
SD. MD
Sekolah Dasar Muhammadiyah

Lalu persis dibawah matahari tadi tertera huruf-huruf arab gundul yang nanti setelah kelas dua, setelah aku (ikal) pandai membaca huruf arab, aku tahu bahwa tulisan itu berbunyi amal ma'ruf nahi munkar artinya "menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar". Itulah pedoman utama warga Muhammadiyah. Kata-kata itu melekat dalam kalbu kami (10 anak laskar pelangi) seperti kami mengenal bau alami ibi-ibu kami.
(from bab.3 inisiasi Laskar Pelangi)

Masih ingtkah kita dimana kita menghabiskan masa kecil kita atau kita sudah lupa karena terbuai oleh hiruk pikuk dunia yang makin semrawut karena krisis yang disebabkan oleh manusia itu sendiri??
Padahal sekolah dasar adalah awal kita benar-benar menimba ilmu di usia belia, dan masa butuh hal-hal baru yang positif juga berguna..Masih ingatkah?
Mungkin sebagian orang telah melupakan karena menganggap dirinya telah cukup dewasa untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya sekarang ini.

Hasil akhir dari pendidikan akan sangat menunjang keberhasilan seseorang, keluarga terdekat, bahkan bagi banyak orang dan negara secara universal pastinya.
Di laskar pelangi jelas memberi pencerahan atau penegasan bahwa pendidikan iru penting tak terbatas hanya untuk orang kaya/berduit saja, tapi untuk semua kalangan..siapapun mereka tanpa dibatasi waktu dan umur. Menurut aq pribadi, yang sekarang di usiaku yang sudah tidak muda lagi tp aq ngerasa terpacu untuk membaca, membaca dan membaca lebih banyak buku lagi. Karena belajar dalam arti sebenarnya adalah mempelajari hidup ini, memperlakukannya sebijaksana mungkin dan mengambil hikmah dengan tak henti mensyukurinya.

from bab-4 (perempuan-perempuan perkasa) Laskar Pelangi
N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdullah Hamid adalah seorang guru yang pandai, karismatik dan memiliki pandangan jauh kedepan. Beliau menyusun sendiri silabus pelajaran budi pekerti dan mengajarkan kepada kami (10 anak laskar pelangi) sejak dini pandangan-pandangan moral, demokrasi, hukum, keadilan dan hak-hak asasi jauh hari sebelum orang-orang sekarang meributkan matrealisme versus pembangunan spiritual dalam pendidikan.

Di laskar pelangi, andrea menterjemahkan seorang guru yang pantang menyerah ingin mempertahankan SD Muhammadiyah yang sedikit kemungkinan beroperasi kembali karena kekurangan jumlah murid yang diizinkan pemerintah daerah setempat bisa kembali berdiri dengan memiliki min. 10 orang murid. Yang akhirnya dengan cita-cita ingin meneruskan keinginan alm. ayahnya (pelopor SD Muhammadiyah) untuk terus mengobarkan pendidikan Islam bersama K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A Fadillah Zein Noor sebagai kepala sekolahnya dan tetap membuat sekolah ini berjalan dengan pedoman "amal ma'ruf nahi munkar".

from bab-4 (perempuan-perempuan perkasa) Laskar Pelangi
Bagi kami (10 murid laskar pelangi) pak harfan dan bu mus adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya, merekalah mentor, penjaga, sahabat, pengajar dan guru spiritual. Mereka adalah kesatria tanpa pamrih, pangeran keikhlasan dan sumur jernih ilmu pengetahuan di ladang yang ditinggalkan. Sumbangan mereka laksana manfaat yang diberikan pohon filicium yang menaungi atap kelas kami. Pohon ini meneduhi kami dan dialah saksi seluruh drama ini. Seperti guru-guru kami, filicium memberi nafas kehidupan bagi ribuan organisme dan menjadi tonggak penting mata rantai ekosistem.

Conclution ending part-4 :
Jangan pernah lupakan guru-guru kita, mereka memang benar pahlawan tanpa tanda jasa, selalu memberi dan memberi tanpa mau menerima( kecuali dalam bentuk materi... heheh mu'v bu,,pa..) Insyaallah, karena mungkin sebagian profesi guru bisa dijadikan hal positif dengan tidak mengharapkan materi lebih dan benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan murid tercinta..
Terima kasih ibu-ibu guru, bapak guru, ibu dosen, bapak dosen dan semua yang telah memberikan pelajaran dalam hidup kita ini. Jadikanlah terima kasih, kata yang selalu kita sebar untuk membahagiakan orang lain.

"hidup bisa demikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan untuk sesama, maka hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya tapi bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya". ( K.A. Harfan Efendi Noor)


Tidak ada komentar: