Senin, 01 Desember 2008

Membaca mata anda

Mata kita-dengan lebih dari dua juta bagian yang bekerja-adalah organ kedua yang paling kompleks di tubuh kita (otak menempati urutan teratas). Fungsi utama mata, penglihatan, dianggap oleh banyak orang sebagai indera paling penting. Tetapi pentingnya mata jauh melampaui peran fisiologisnya.
Sejak jaman dulu kala, mata telah menjadi kesenangan sekaligus kekuatan. Kemampuan mata untuk memikat mereka yang menatapnya menguatkan kepercayaan yang tersebar luas bahwa mata merupakan sumber kejahatan yang sangat kuat. Memang, kekekuatan akan "mata jahat" atau evil eye ini dan kemampuannya untuk mencelakakan anak2, orang dewasa, ternak, dan bahkan hasil panen adalah salah satu takhayul yang paling kuno dan universal. Berbagai referensi mengenai matajahat itu dapat dilihat tersebar di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Kepercayaan akan mata jahat yang disebut mal occhio oleh Itali, mal de oju oleh Spayol, dan ayin ha'ra dalam bahasa Ibrani, hingga saat ini masih ada negara2 di Mediterania, Amerika Latin dan Timur Tengah.

Percaya atau idak kita pada mata jahat tersebut, mata memiliki makna yang sangat banyak. Memang, mata biasanya adalah hal yang kita perhatikan ketika bertemu dengan irang baru atau menyapa seorang kawan lama. Mata adalah bagian dari wajah, kalau bukan seluruh tubuh yang paling mudah dikenali, dan itulah sebabnya kenapa topeng telah digunakan selama berabad-abad untuk menyembunyikan identitas pemakainya.
Mata juga dianggap sebagai "jendela jiwa" atau "cermin jiwa", mata kita menyampaikan seliruh emosi yang dimiliki manusia - cinta, kebencian, kebahagiaan, kemarahan, iri, nafsu, kesedihan dan kesakitan. Anda dapat tertawa dan menangis juga lewat mata anda. Jika kita tahu apa yang harus dicari, mata juga dapat memberitahu kita dan yang lain2 - banyak hal mengenai kondisi kesehatan kita, menyediakan tanda2 peringatan awal untuk banyak penyakit, tidak heran dokter selalu melihat ke dalam mata kita pada suatu penmeriksaan fisik.
from "BODY SIGHS", How To Be Your Own Diagnostic..detictive by Joan Liebmann - Smith, Ph.D & Jacqueline Nardi Egan.

Mata adalah "Jendela Jiwa"
Mengapa kita kadang2 menggunakan si jendela jiwa ini dengan seenaknya, dipakai untuk hal2 yang kurang penting untuk dilihat...
tahu....aq yakin kita semua tahu, tapi kadang ga mau tahu, disitulah lemahnya kita sebagai manusia yang selalu menggunakan kata "tapi" untuk membela diri....
SEMOGA BERGUNA . . .

Tidak ada komentar: